Rabu, 16 April 2014 - 14:56
English

Buruk, Fundamental Ekonomi Indonesia

Ekonomm Indeff Eny Sri Hartati
Terkait :

Teraspos - Pengamat ekonomi Eny Sri Hartati mengatakan pemerintah telah melakukan kesalahan dengan menganggap kondisi fundamental perekonomian Indonesia yang masih bagus serta memiliki neraca perdagangan yang baik. 

Menurutnya, banyak hal yang bisa dijadikan patokan bahwa keadaan ekonomi Indonesia berada dalam keadaan kritis.

"Dalam kondisi seperti ini masih dibilang kondisi fundamental bagus, defisit perdagangan, dan sebagainya. Padahal jika dilihat impor kita hampir 80 persen bahan baku. Jika dilakukan terus, inflasi bisa terus melaju dan ekspor menurun," kata Eny di Jakarta, Sabtu (24/8).

Direktur INDEF ini juga mengkritik kebijakan neraca perdagangan Indonesia yang tidak didukung oleh struktur pasar yang benar. Dia mencontohkan bagaimana pemerintah sangat kesulitan dalam menstabilkan harga pangan. 

"Kita sangat sulit untuk melakukan stabilisasi harga pangan. Kalau misalnya kita sudah mampu swasembada beras, kenapa keran impor selalu terbuka dan beras bukan dipasok oleh petani kita sendiri."

Kendati demikian, Eny tetap optimis bahwa bangsa ini mampu melakukan pembenahan. Dalam pandangannya, ada tiga hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah dan bisa dijadikan solusi untuk menstabilkan neraca perdagangan.

Yang pertama adalah bagaimana pemerintah meluncurkan kebijakan paket ekonomi yang jelas. Menurutnya, disini yang menjadi perhatian adalah bagaimana mengurangi impor bahan baku. "Dengan begitu kita harus menggalakkan industri bahan baku."

Yang kedua adalah mengurangi ketergantungan terhadap migas terutama BBM dengan menggalakkan biofuel. Serta yang ketiga adalah mengurangi  ketertgantungan terhadap impor pangan dengan memaksimalkan produk pertanian.(*)



Reporter: Arif Rahman
Redaktur: Teguh Nugroho

Scroll To Top